“Kring,kring,kring” alarm yang dibuat lili dengan pukul
setengah tujuh membuat dia terbangun dan segera mematikan alarmnya. Ada sebuah
catatan kecil yang tertempel di jam nya itu memuat lili bersemangat dan segera
mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi. Setelah itu dia memakai baju jeans
selutut dan kaos yang bergambar kucing. Dan turun ke bawah untuk sarapan dan di
meja makan sudah ada papa
“pagi lili”sapa papa
“pagi juga pa, mana mama pa ?” bertanya pada papa. “uhmm
mama ada di kamar lagi siap-siap” jawab papa sembari mengambil sarapan yang
sudah siap. Aku segera berlari ke kamar mama “pagi mama” sambil masuk ke kamar.
“pagi sayang” sambil menyiapkan berkas dan menghadap ke arah lili dan berkata
“lili maafin mama yah kita ngak jadi jalan-jalan jadi mungkin hari atau minggu
depan” ternyata catatan yang tertempel hari ini adalah seharusnya lili
jalan-jalan dengan mamanya sehingga membuat lili semangat. “kan mama udah janji
sama lili” dengan mata berkaca-kaca lili bertanya dengan mamanya. “ tapi kan
ini mendadak lili, mama janji akan menuruti kemauan lili kalo pekerjaan mama
udah selesai ya”
“lili ngak mau percaya dengan mama “ dengan berlari lili
kembali ke kamar papa yang melihat terkejut dan segera menyusul kekamar lili
dan sebelumnya papa mendengarkan cerita yang sebenarnya dari mama .
“tok,tok,tok” suara mengetuk pintu “siapa hiks,hiks” jawab lili
“ini papa lili”
“ngapain papa kesini bukan nya papa kerja juga”
“gak ini kan hari sabtu, pintu nya dibuka dong” kata papa
dari luar kamar lili. Akhirnya lili mebuka walau dia agak kesal dengan kejadian
tadi
“lili kan mama mau kerja untuk keperluan lili juga kan ?” kata
papa sambil membawa coklat yang di sembunyikan di belakang. “ iya pa tapi mama
tuh sibuk banget lili kan mau juga kayak teman lili yang lain mama juga ada di
rumah “ jawab lili dengan mulut yang monyongkan. “ kan mama janji kalo mama
udah selesai mama akan ngajak lili jalan-jalan” jawab papa untuk menenangkan
hati lili.
“tapi mama tuh janji mulu pa, waktu aja pernah lili di suruh
nunggu hampir 1 jam”
“lili keperluan pekerjaan sangat mendesak misalnya lili tau
kan pekerjaan papa bayu“kemudian papa menayakan hal dengan lili.
“iya lili tau pekerjaan papanya bayu kan pemadam kebakaran,
emang apa hubungannya ?” lili menjawab dengan kebingungan
“ada dong misalnya papa nya bayu janji dengan bayu tapi tiba
kebakaran terjadi masak papa adit harus meninggalakan keperluan yang begitu penting
gak mungkin kan”
“iya juga yah pa , mungkin aja rumah lain udah kebakaran
dong karna harus menungggu keperluan adit “ lili yang semula cemberut kemudian menjadi
tersenyum. “nah gitu dong baru nih anak papa, nih coklat untuk lili”
“yehhh makasih pa” lili yang semula cemberut kemudian
tersenyum.
“iya ya pa, papa kita keliling kompleks pake sepeda yuk “
lili mengajak papanya. “iya ayo” lili dan papa nya pun bermain sepeda dengan
mengitari komplek
Pada saat malam nya “lili udah tidur belum” mama mengetok
pintu. “ belum ma nih lili lagi mewarnai. Emang ada apa ma ?” tanya lili
sembari tetap menggambar. “lili maafin mama tadi kita ngak jadi ya
jalan-jalannya” sambil mengelus kepala lili. “ iya ma lili maafin juga tapi
lili juga minta maaf ya tadi lili sempat marah-marah sama mama”
“iya mama maafin juga, ehmmm besok pagi lili harus
siap-siap” kata mama
“siap-siap buat apa nih ma ?” tanya lili penasaran.
“kita mau ke puncak sama papa”
“wah seru tapi besok serius ma ?” tanya lili kembali
“serius dong yuk segera cuci tangan langsung tidur udah
malam juga”
“oke bos” lili mencuci tangan nya dan segera tidur.
Kesokannya lili dan keluarganya pergi ke puncak dan
menikmati udara yang segar. Akhirna lili mengerti akan pekerjaan orang tua dan
tidak hanya memikirkan diri lili saja.